Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Tan Malaka

Sekeping Rahasia

Setiap orang memiliki rahasia. Menurut saya, setiap orang memiliki sekeping rahasia yang tidak akan pernah diceritakan kepada orang terdekat sekali pun. Bahkan kepada pasangan hidup, anak-anak, atau kedua orang tua mereka. Sekeping rahasia yang dibiarkan mengendap, menjadi kristal-kristal bening yang mengabadi, dan mungkin hanya akan terkuak setelah manusia mengalami kematian. Setelah manusia menghadapi persidangan terakhir, sebelum ditentukan tempat tinggal yang sesungguhnya. Tak ada manusia yang sempurna. Terdengar klise memang. Semua orang mungkin sudah pernah mengoarkan hal yang sama. Terlalu sering manusia melalu-lalangkan sebuah nasehat baik. Seorang suami saleh, mungkin tidak akan menceritakan pengalaman buruk yang pernah menjadi bagian dari masa lalunya. Entah dia adalah seorang begal di jalanan, perampok, maling, atau yang lebih keji, seorang laki-laki yang suka meniduri perempuan cantik. Ketika semua orang tahu, tentang masa lalunya, mungkin ia akan dicaci, dipandang se...

Pramoedya, Tan Malaka, Sastra, dan Blogger Pemula

Hari sabtu 24 Februari sungguh hari yang tidak akan pernah bisa aku lupakan. Aku harus mengalah tidak berjualan demi mengikuti pelatihan pertama Forum Lingkar Pena cabang Ciputat. Seminggu sebelumnya, aku tidak datang. Jadi pada tanggal 24, aku memaksakan langkah kakiku ke Aula Insan Cita HMI Ciputat dimana FLP (singkatan Forum Lingkar Pena) mengadakan pelatihan.  Aku hanya lulusan SMK Jurusan Otomotif pada tahun 2008 silam. Kalau aku tak belajar seperti mereka-mereka yang kuliah, bagaimana mungkin aku bisa berkembang sebagai manusia, juga dalam peradaban. Apalagi untuk seorang pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan. Setiap hari, hati tidak pernah diliputi ketenangan, karena takut kalau sewaktu-waktu gerobak daganganku digaruk sama bapak-bapak dari satpol pp. Kalau sudah dibawa bagaimana aku akan menghidupi diriku? Bagaimana aku bisa membeli buku-buku untuk mata pelajaranku? Mata pelajaranku tentu berbeda dengan mereka yang duduk di bangku akademik. Pelajaranku adalah ...