Satu kata itu cukup meledakkan
Membuyarkan impian-impian yang pernah terajut
Awan mengelabu
Udara yang kuhirup menyesakkan
Aku goyah dalam kelinglungan
Tak kudapati setitik pun cahaya
Langkah gontai berayun
Menelusurkan diri pada kegelapan
Aku bukan kosong
Jiwa dan benakku penuh dengan isi
Meski dengan kemuraman bergelayut
Ledakannya begitu hebat
Seolah memang menghancurkan semua lini hidupku
Aku mujur atau hancur
Aku masih menghirup udara yang diembuskan-Nya
Aku tenggelam
Dan aku ingin tenggelam lebih dalam
Kadang kubiarkan seseorang menggamit lenganku yang melambai-lambai
Kadang aku menurut kepada mereka yang masih menolongku
"Kau tak sendiri kawan" kata mereka
Aku hanya menjawab dengan diam, teringat kata yang meledakkan itu
Katanya sebelum berpisah
"Kau jangan di sini lagi, dan jangan pernah mengharapku kembali" kata dia sambil lalu
Membuyarkan impian-impian yang pernah terajut
Awan mengelabu
Udara yang kuhirup menyesakkan
Aku goyah dalam kelinglungan
Tak kudapati setitik pun cahaya
Langkah gontai berayun
Menelusurkan diri pada kegelapan
Aku bukan kosong
Jiwa dan benakku penuh dengan isi
Meski dengan kemuraman bergelayut
Ledakannya begitu hebat
Seolah memang menghancurkan semua lini hidupku
Aku mujur atau hancur
Aku masih menghirup udara yang diembuskan-Nya
Aku tenggelam
Dan aku ingin tenggelam lebih dalam
Kadang kubiarkan seseorang menggamit lenganku yang melambai-lambai
Kadang aku menurut kepada mereka yang masih menolongku
"Kau tak sendiri kawan" kata mereka
Aku hanya menjawab dengan diam, teringat kata yang meledakkan itu
Katanya sebelum berpisah
"Kau jangan di sini lagi, dan jangan pernah mengharapku kembali" kata dia sambil lalu
Comments
Post a Comment