Tiang-tiang runtuh
Rubuh menerpa tubuh-tubuh berpeluh
Kegoncangan meradang garang
Berhenti, cukup, kata mereka
Kebuasan dimiliki hati yang kalap
Kau tahu kenapa rontamu tak didengar?
Penyangga yang kau bangun, muasalnya adalah ratapan
Rebahmu terlambat
Hari sudah terlanjur senja
Ps.an
ReplyDelete